Clifford Geertz (1973) pernah menyebut bahwa manusia adalah “mahluk yang terjerat dalam jaring makna yang ia pintal sendiri.” Pernyataan ini relevan untuk melihat bagaimana budaya digital terbentuk hari ini. Jika dulu jaring makna itu dipintal melalui ritual adat, tontonan televisi keluarga, atau perbincangan di warung kopi, kini ia lahir lewat platform streaming seperti Netflix, Spotify, dan Youtube.
Have you asked yourself: what role can anthropology have in the world of social entrepreneurship?
This article introduces some of the contributions that anthropological research can provide to the design, promotion, support, and evaluation of social entrepreneurship initiatives. I will start by defining what social enterprises are and then explain how anthropological research can contribute to the success of these initiatives.
Salah satu cara untuk bisa mendapatkan tambahan motivasi adalah dengan membaca kisah-kisah inspiratif dari orang lain. Meski cerita inspiratif tersebut biasanya hanya dimiliki oleh segelintir orang, kamu tetap harus termotivasi untuk mengikuti jejak mereka agar nantinya bisa ikut memberikan inspirasi pada orang-orang di sekitarmu.
Memulai usaha di zaman sekarang memang tidak mudah. Persaingan bisnis semakin ketat di era perkembangan teknologi yang semakin canggih. Akan tetapi, bukan berarti kamu tidak bisa mewujudkan mimpi bisnis di masa depan.
Apakah kamu masih ragu karena terhalang modal? Atau mungkin saja kamu merasa kurang percaya diri karena belum memiliki ide bisnis?
Merawat diri kini bukan lagi sekedar rutinitas, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup yang dilakukan sehari-hari. Banyak orang kini meluangkan waktu untuk merawat diri mereka, mulai dari shower routine hingga mencuci rambut, sebab hal tersebut bisa menjadi cara untuk mengurangi stres dan awal memulai hari yang baik.





